Selasa, September 30

Jenis-Jenis Metode Penelitian Beserta Contohnya

Penelitian Sebagai Upaya Sistematik Dalam Menemukan Dan Atau Mengembangkan Pengetahuan Yang Benar Beserta Contohnya.

Oleh Wahyu Nur H

Aktivitas penelitian di berbagai bidang ipteks secara substansi ditandai oleh empat hal, yaitu adanya upaya bersifat sistematik, adanya sesuatu hasil temuan, adanya kebermanfaatan dan adanya tindak lanjut penyebarluasan temuan (Mukhadis, 2013:70). 

Upaya sistematik dalam konteks ini ditandai dengan adanya kejelasan langkah-langkah yang ditempuh secara eksplisit, jelas dan lugas mulai dari penentuan masalah sampai penarikan kesimpulan dan atau generalisasi (perampatan) dan dapat direplikasi oleh peneliti lain temuan (Mukhadis, 2013:70). Penelitian sebagai upaya sistematik  memiliki arti bahwa untuk dapat memperoleh pengetahuan yang benar, penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah oleh peneliti yang memiliki integritas ilmiah. Penelitian dilaksanakan berdasarkan teori-teori, prinsip-prinsip, serta asumsi-asumsi dasar ilmu pengetahuan dengan menggunakan penalaran deduktif serta prosedur dan teknik sistematik. 

Sebagai contoh, Creswell (2012:8-11) menyebutkan setidaknya terdapat 6 sistematika penelitian yaitu: (1) mengidentifikasi masalah penelitian, (2) mencari literatur yang sesuai dan mendukung, (3) menspesifikkan tujuan penelitian, (4) mengumpulkan data, (5) menganalisa dan mengintepretasikan data, dan (6) membuat laporan dan evaluasi penelitian.


Sistematika penelitian menurut (Sumber: Creswell, 2012:8)

Aspek temuan dari suatu penelitian dalam bidang Ipteks secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu sebagai hasil ‘menemukan’ dan ‘mengembangkan’ (Mukhadis, 2013:70). Hasil penelitian dikelompokkan ke dalam kategori menemukan apabila dari masalah, metode dan hasil penelitian tersebut memenuhi indikator aspek kebaruan dan belum pernah diteliti oleh peneliti lain sebelumnya. Sedangkan hasil penelitian dikatakan mengembangkan apabila temuan tersebut berupa penyem­purnaan atau modifikasi dari berbagai hasil penelitian sebelumnya yang berorientasi menghasilkan produk, yang memiliki nilai tambah yang dignifikan terhadap produk yang telah ada sebelumnya.
Kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar sebagai penyempurnaan pengetahuan sebelumnya telah dilaksanakan oleh para peneliti dan ilmuan dalam bidang ilmunya masing-masing. Pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, generalisasi-generalisasi, dan teori-teori yang telah dihasilkan dari berbagai penelitian itu merupakan sumbangan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang. Disamping itu hasil penelitian juga telah memungkinkan manusia dapat lebih baik memecahkan masalah-masalah praktis yang dihadapi dalam hidupnya.
Berikut akan dijabarkan secara kompleks tentang bentuk-bentuk konkret dari penelitian –pengertian beserta contohnya- antara lain:
a.     Eksperimen
Penelitian eksperimental merupakan bentuk penelitian percobaan yang berusaha untuk mengisolasi dan melakukan kontrol setiap kondisi-kondisi yang relevan dengan situasi yang diteliti kemudian melakukan pengamatan terhadap efek atau pengaruh ketika kondisi-kondisi tersebut dimanipulasi. Dengan kata lain, perubahan atau manipulasi dilakukan terhadap variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada variabel terikat. Menurut Emzir (2008:96-103) desain penelitian ekperimen dibagi menjadi empat bentuk yakni, pre-experimental design, true experimental design, quasy experimental design dan factorial design.
Contoh:
Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran TANDUR Berbantuan Web Interaktif Terhadap Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi Siswa Kelas VII SMPN 3 Malang. (Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2010/2011). (Sumber: perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).

b.     Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah suatu metode  penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Penggambaran kondisi bisa individual atau menggunakan angka-angka. (Sukmadinata, 2006:5)
Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan suatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya, penelitian demikian disebut penelitan perkembangan (Developmental Studies). Dalam penelitian perkembangan ini ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang waktu dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam potongan waktu.
Contoh:
Manajemen Pengembagan Kinerja Guru SMK se-Kabupaten Kuningan:  Studi Tentang Kepemimpinan Entrepeuneur Dan Sistem kompensasi Kreativitas dan Kinerja Inovatif. (Sumber: perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).

c.     Korelasional
Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel yang penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. (Sukardi, 2003:166)
Penelitian korelasi merupakan bentuk penelitian untuk memeriksa hubungan diantara dua konsep. Secara umum ada dua jenis pernyataan yang menyatakan hubungan, yaitu: (1) gabungan antara dua konsep, ada semacam pengaruh dari suatu konsep terhadap konsep yang lain; (2) hubungan kausal, ada hubungan sebab akibat. Pada hubungan kausal, penyebab diferensikan sebagai varibel bebas dan akibat direferensikan sebagai variabel terikat. Pada penelitian korelasi tidak ada kontrol atau manipulasi terhadap variabel.
Contoh:
Hubungan Antara Penerimaan Diri dengan Kompetensi Interpersonal Pada Remaja (Studi korelasi pada remaja tunanetra yang mengalami ketunanetraan tidak sejak dari lahir di PSBN Wyata Guna Bandung). (Sumber: repository.upi.edu).

d.     Komparatif
Penelitian kausal komparatif atau penelitian ex post facto adalah penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena eksistensi variabel tersebut telah terjadi. Pendekatan dasar klausa komparatif melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya kemudian dia berusaha mencari kemungkinan variabel penyebabnya.
Penelitian komparatif membandingkan situasi masa lalu dan saat ini atau situasi-situasi paralel yang berbeda, khusunya apabila peneliti tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang diteliti. Penelitian ini bisa memiliki perspektif makro (misal: internasional,nasional) dan mikro (misal: komunitas, individu).
Contoh:
Studi Komparatif Penerapan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Model Problem Based Learning (PBL) dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Menganalisis Rangkaian Listrik dan Elektronika Di SMKN 12 Bandung. (Sumber: repository.upi.edu).

e.     Evaluasi
Penelitian evaluasi merupakan bentuk penelitian yang bertujuan untuk memriksa proses perjalanan suatu program  sekaligus menguraikan fakta-fakta yang bersifat kompleks dan terlibat di dalam program. Misalnya adalah keefektifan, efisiensi  dan kemenarikan suatu program (Mukhadis, 2013:61).
Contoh:
Evaluasi Proses Pembelajaran TIK SMA Negeri di Kota Malang Berdasarkan Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. (Deskriptif tentang kondisi proses pembelajaran mata pelajaran TIK SMA di Kota Malang Tahun Ajaran 2010/2011 dengan jumlah populasi 10 SMA Negeri dan sampel penelitian sebanyak 5 SMA Negeri). (Sumber: perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).

f.      Simulasi
Penelitian simulasi merupakan bentuk penelitian yang bertujuan untuk mencari gambaran melalui sebuah sistem berskala kecil atau sederhana (model) dimana di dalam model tersebut akan dilakukan manipulasi atau kontrol untuk melihat pengaruhnya. Penelitian ini mirip dengan penelitian eksperimental, perbedaannya adalah di dalam penelitian ini membutuhkan lingkungan yang benar-benar serupa dengan keadaan atau sistem yang asli.
Contoh:
Penggunaan Simulasi Monte Carlo Untuk Menentukan Nilai Outcome Pada Pengambilan Keputusan (Studi Kasus Pengambilan Keputusan pada Toko NAFC Collection). (Sumber: repository.upi.edu)

g.     Survey
Survey research designs are procedures in quantitative research in which investigators administer a survey to a sample or to the entire population of people to describe the attitudes, opinions, behaviors, or characteristics of the population. (Creswell, 2012: 376)
Penelitian survey digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi dan unit-unit kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi sumber utamanya adalah orang. Desain survey tergantung pada penggunaan jenis kuisoner. Survey memerlukan populasi yang besar jika peneliti menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata, semakin besar sample survey semakin memberikan hasil akurat. Penelitian survei memiliki tiga tujuan utama yaitu menggambarkan keadaan saat itu, mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk membandinkan, menentukan hubungan kejadian yang spesifik.
Contoh:
Stress and Burnout in Rural and Urban Secondary School Teachers. Journal of Educational Research. 1999. 92, pg. 287–293. (dalam Creswell, 2012:378)
              
h.     Studi Kasus
Sebuah studi kasus adalah eksplorasi mendalam dari sistem terikat (misalnya, kegiatan, acara, proses, atau individu) berdasarkan pengumpulan data yang luas. Studi kasus melibatkan investigasi kasus, yang dapat didefinisikan sebagai suatu entitas atau objek studi yang dibatasi, atau terpisah untuk penelitian dalam hal waktu, tempat, atau batas-batas fisik. Penting untuk memahami bahwa kasus dapat berupa individu, program, kegiatan, sekolah, ruang kelas, atau kelompok. Setelah kasus didefinisikan dengan jelas, peneliti menyelidiki mereka secara mendalam, biasanya menggunakan beberapa metode pengumpulan data, seperti wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi.
Studi kasus kolektif; (a) melibatkan beberapa kasus, (b) dapat terjadi selama bertahun situs, dan (c) menggunakan banyak individu. Kerangka konseptual untuk studi kasus adalah bahwa dengan mengumpulkan informasi mendalam tentang kasus, peneliti akan mencapai pemahaman mendalam tentang kasus ini, apakah kasus itu adalah seorang individu, kelompok, kelas, atau sekolah.
Contoh:
Butera, G. 2005. Collaboration in the context of Appalachia: The case of Cassie. The Journal of Special Education, 39(2): 106–116.
Butera (2005) menggunakan studi kasus dan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumen untuk menggambarkan kolaborasi tim dengan anak 4 tahun di West Virginia. (Stoner, 2010: 21)

i.      Teori Dasar (Grounded Theory)
Grounded Theory merupakan pendekatan yang memungkinkan peneliti untuk mengembangkan atau menemukan teori yang didasarkan pada studi fenomena. Dengan menggunakan grounded theory, peneliti sengaja (a) memilih peserta yang mengalami fenomena yang sedang dipelajari, (b) menganalisis data (yaitu, wawancara, dokumen, dan catatan), dan (c) mendekati fenomena yang diteliti tanpa prasangka pengertian. Kerangka konseptual ini memungkinkan suara peserta muncul , mensyaratkan bahwa peneliti mengidentifikasi tema utama atau konsep dari data peserta , dan memberikan jalan untuk mengembangkan teori dari perspektif peserta .
Most grounded theory researchers will begin with research questions but they do not start with a hypothesis, nor do they begin their investigation with a thorough review of the literature relating to their topic. They build up theory from their data and they do not wait until all data are collected before they begin the analysis stage. (Bell, 2005: 19)
Contoh:
Bays, D. A., & Crockett, J. B. 2007. Investigating Instructional Leadership For Special Education. Exceptionality, 15(3): 143–161.
Pendekatan grounded theory digunakan oleh Bays dan Crockett (2007) untuk menyelidiki kepemimpinan instruksional untuk pendidikan khusus di sekolah dasar. (Stoner, 2010: 22)

j.      Etnografi
Ethnographic researchers attempt to develop an understanding of how a culture works and many methods and techniques are used in this such us: participant observation, interview, mapping and charting, interaction analysis, study of historical records and current public documents, the use of demographic data. (Bell, 2005:16)
Etnografi adalah analisis mendalam dari kelompok sosial. Data biasanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Jenis penelitian ini berfokus pada membangun catatan perilaku dan kepercayaan dari kelompok dari waktu ke waktu. Etnografi mengharuskan peneliti berpartisipasi, baik sebagai pengamat atau peserta aktif, waktu interaksi yang cukup lama dengan kelompok yang diteliti. Kerangka konseptual etnografi adalah bahwa keterlibatan langsung ke dalam budaya kelompok akan memungkinkan peneliti untuk melihat dunia dari perspektif kelompok, dan melihat yang akan memberikan pemahaman tentang perilaku dan keyakinan kelompok.
Contoh:
Harry, Klingner, & Hart. 2005. African American families under fire: Ethno­gra­phic views of family strengths. Remedial and Special Education, 26(2): 101–112.
Harry, Klingner, dan Hart (2005) menerbitkan sebuah studi etnografi siswa Amerika keturunan Afrika dalam pendidikan khusus di sebuah distrik sekolah beragam budaya perkotaan. (Stoner, 2010: 22)

k.     Kultural
Penelitian kultural (budaya) merupakan penelitian yang dilakukan atas objek berupa unsur atau gejala budaya dengan menggunakan perangkat metodologis yang tercakup di dalam ilmu pengetahuan budaya. Unsur atau gejala budaya adalah unsur atau gejala yang terdapat di dalam suatu masyarakat yang berkaitan dengan perangkat nilai-nilai, pemikiran, dan hasil budi daya dalam bentuk interaksi antara masyarakat dengan lingkungannya atau segi hasil pemikiran atau kreasi anggotanya yang terungkap dalam wujud tulisan atau benda-benda.
Contoh:
Identifikasi Ajen Budaya Sunda Dina Wawacan Jaka Bayawak.
(Sumber: repository.upi.edu).

l.      Historis
Penelitian historikal merupakan bentuk penelitian yang memiliki tujuan untuk menggambarkan fakta dan menarik kesimpulan atas kejadian masa lalu. Data primer dari penelitian ini adalah data yang bersifat historis, misalnya para arkeolog menggunakan sumber data berupa dokumentasi tentang masa lalu. Penelitian historikal dapat digunakan untuk menemukan solusi sementara berdasarkan kejadian masa lalu dan menggambarkan tren masa kini atau masa depan.
Kothari (2004) mengategorikan jenis penelitian histori ke dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan perspektif –mempelajari kegiatan/agenda masa lampau sampai sekarang- dan pendekatan retroperpektif –mempelajari kegiatan/agenda saat ini kemudian dihubungkan dengan hal serupa di masa lalu-.
Contoh:
Seni Tradisi Gembyung di Kampung Ganceuy Kabupaten Subang 1975-1999 (Suatu Kajian Historis Terhadap Sosial Budaya Masyarakat). (Sumber: repository.upi.edu).

m.   Etnologi
Penelitian etnologi merupakan penelitian yang fokus kepada perilaku manusia. Peneliti lebih condong menggunakan interpretasi langsung dari perilaku subjek yang diteliti daripada melakukan interpretasi dari segi  teoritik. Peneliti harus berusaha untuk tidak nampak sebagai peneliti, karena bila tidak demikian interpretasi atas data yang didapat dari responden akan terpengaruh.
Contoh:
Eufemisme Dalam Bahasa Simalungun (Suatu Kajian Sosiolinguistik) (Sumber: repository.usu.ac.id).

n.     Penelitian Praktis (Penelitian Tindakan/Action Reasearch)
Action research designs often utilize both quantitative and qualitative data, but they focus more on procedures useful in addressing practical problems in schools and the classrooms. Action research designs are systematic procedures used by teachers (or other individuals in an educational setting) to gather quantitative and qualitative data to address improvements in their educational setting, their teaching, and the learning of their students (Creswell, 2012:577).
Penelitian tindakan merupakan bentuk penelitian yang berisi berbagai macam prosedur untuk menguraikan kasus-kasus yang bersifat mikro atau khusus. Simpulan dari penelitian tindakan langsung diberlakukan hanya untuk kasus yang diteliti dan tidak bisa digeneralisasikan. Penelitian tindakan lebih condok ke metode kualitatif yang sangat bergantung pada data penagamatan yang bersifat behavioralistik.
Contoh:
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Tentang Pemecahan Masalah Yang Melibatkan Uang Melalui Metode Simulasi (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III B SDN Cicadas 03 Gunung Putri Bogor). (Sumber: repository.upi.edu).

Sabtu, September 27

Briefing Kelas Inspirasi Malang 2014

Sabtu, 20 September yang lalu diadakan briefing Kelas Inspirasi Malang yang ke-2. Bertempat di Balai Pertiwi Universitas Machung, Kegiatan briefing ini diikuti oleh 168 relawan, mulai dari relawan pengajar, fotografer dan videografer. Briefing ini dilakukan untuk mempersiapkan acara hari inspirasi di 27 SD di Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu hari senin 29 September 2014.

Kegiatan ini dimulai dengan salam dari panitia, dilanjutkan dengan penampilan dari ocarinasia malang yang menyuguhkan musik merdu ocarina, sharing tentang pendidikan dan pembelajaran, praktikum micro teaching, FGD per penempatan dan penutup. Acara yang meriah ini dimulai dari pukul 09.00-13.00 WIB. Semoga senin depan (29/09/2014) semua bisa berjalan lancar.

Info seputar Kelas Inspirasi (KI) lebih lanjut dapat diakses pada: http://kelasinspirasi.org/

Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita.

Diharapkan ke depan, terjalin relasi yang dapat terus menerus mereka pelihara baik untuk kepentingan jangka pendek membangun pendidikan di sekolah tersebut ataupun sekadar berjejaring dan berkomunikasi terus. Hal ini sebagai wujud jendela komunikasi antarprofesional sebagai kelas menengah dan dunia pendidikan di SD sebagai salah satu area yang perlu diadvokasi dan dikembangkan terus-menerus.

Kelas Inspirasi ini menjadi solusi bagi para profesional Indonesia yang ingin berkontribusi dengan mengajar di lingkungannya. Hal ini membuka pintu interaksi positif antara kaum profesional dengan dunia sekolah. Partisipasi para profesional tersebut untuk mengambil cuti sehari dan berbagi pengalamannya bersama anak-anak SD, merupakan partisipasi berbasiskan individu, bukan institusi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kesadaran pribadi terhadap pendidikan masih tinggi. Ke depannya, Kelas Inspirasi ini diharapkan mampu mendorong kalangan profesional untuk berperan aktif dalam pendidikan melalui kegiatan serupa.


Ruang briefing, Balai Pertiwi Machung

"Bagi Anda hanya satu hari cuti bekerja, namun bagi murid-murid itu bisa menjadi hari yang menginspirasi mereka seumur hidup. Berbagi cerita, pengetahuan, dan pengalaman untuk menjadi cita-cita dan mimpi mereka."

Penulis sedang menyampaikan materi micro teaching


Ocarinesia Malang sedang menampilkan  musik ocarina

Lirik dan Chords Payung Teduh

Kamis, 25 September kemarin sempat lihat konser Payung Teduh bersama ratusan payung lipat lainnya di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang dalam acara ulang tahun FTP UB. Konsernya keren dengan penampilan Payung Teduh yang selalu saja bisa menghipnotis penggemarnya. Karena masih terngiang-ngiang alunan romantis ala Payung Teduh, maka disini saya sertakan Lirik dan Chords lagu-lagu Payung Teduh, selamat menikmati syairnya...



Suasana konser Payung Teduh


Kucari Kamu

Kucari kamu dalam setiap malamDalam bayang masa suramKucari kamu dalam setiap langkahDalam ragu yang membisuKucari kamu dalam setiap ruangSeperti aku yang menunggu kabar dari angin malam
Aku cari kamuDisetiap malam yang panjangAku cari kamuKutemui kau tiada
Aku cari kamuDi setiap bayang kau tersenyumAku cari kamuKutemui kau berubah
Kucari kamu dalam setiap jejakSeperti aku yang menunggu kabar dari matahari



Berdua Saja



Resah
Song : Is
Lyric : Ketjak

Intro
F#m    B (3x)    E    B
 E                                        C#m                            
Parararara.. Parararara..   Parararara.. Parararara..
 F#m                                         B
Parararara… Parararara..     Huuuu..uuu..
 E                                                        C#m                                                  
Aku ingin berjalan bersamamu   dalam hujan dan malam gelap
 F#m                           B
Tapi aku tak bisa melihat matamu
 E                    C#m                           F#m                      B
Aku ingin berdua denganmu  diantara daun gugur
 G#m               C#m                            F#m                           B                          E
Aku ingin berdua denganmu  tapi aku hanya melihat       keresahanmu

F#m    B (3x)    E    B
E                                          C#m                        
Parararara.. Parararara… Parararara.. Parararara..
 F#m                                   B           C#
Parararara.. Parararara.. Huuuu.. huuuuu..
 F#                              D#m                      G#m                     C#
Aku menunggu dengan sabar  diatas sini  melayang – layang
 F#                           D#m                       G#m                    C#  D#
Tergoyang angin ..    Menantikan tubuh itu….

G#                    Fm                        A#m                   D#
Aku ingin berdua denganmu diantara daun gugur
 C                      Fm                            A#m                         D#                       G#
Aku ingin berdua denganmu tapi aku hanya melihat       keresahanmu..
                 Fm                         A#m                     D#
Ingin berdua denganmu diantara daun gugur
 C                    Fm                             A#m                           D#                     G#
Aku ingin berdua denganmu tapi aku hanya melihat       keresahannmu…



Angin Pujaan Hujan
song & lyric : Is

Intro: E B
 E
Datang dari mimpi semalam
      Am         D     E                                   Am
Bulan bundar..  bermandikan sejuta cahaya
             D             G                 Em             Am
Di langit yang merah  ranum seperti anggur
     Cm                Bm       Em      Am      Cm  D
Wajahmu membuai      mimpiku      
                             
Reff  :
 E                             Am
Sang pujaan tak juga datang
 E                           Am
Angin berhembus bercabang
 G#m       C#m         F#m              Am  B

Rinduku berbuah lara



Cerita Tentang Gunung dan Laut
Song : Is
Lyric : Ketjak

Aku pernah berjalan disebuah bukit
Tak ada air
Tak ada rumput
Tanah terlalu kering untuk ditapaki
Panas selalu menghantam kaki dan kepalaku

Aku pernah berjalan diatas laut
Tak ada tanah
Tak ada batu
Air selalu merayu
Menggodaku masuk ke dalam pelukannya

Tak perlu tertawa atau menangis
Pada gunung dan laut
Karena gunung dan laut
Tak punya rasa

Aku tak pernah melihat gunung menangis
Biarpun matahari membakar tubuhnya
Aku tak pernah melihat laut tertawa
Biarpun kesejukkan bersama tariannya

Jumat, September 26

Contoh Aplikasi Kaidah The Logic of Inquiry dan The Empirical Testing -Kebenaran Ilmiah-

Penelitian secara estimologi dipandang sebagai upaya mencari kebenaran keilmuan berdasarkan kaidah: (a) the logic of inquiry yang direpresen-tasikan pada logically certain dan (b) the empirical testing yang direpresentasikan pada empirically accurate. Berikut adalah contoh aplikasi kedua kaidah tersebut dalam mencari kebenaran ilmiah.

Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti melakukan pendekatan terhadap kedua jenis kaidah, yaitu adanya persesuaian temuan penelitian dengan logika daya nalar (rasio) secara deduktif dan juga memenuhi persyaratan kesesuaiannya dengan keberadaan data fakta empirik secara induktif yang ada di lapangan. Hal pertama yang dialkukan oleh peneliti adalah membangun kerangka berpikir dalam melakukan identifikasi, menetapkan dan merumuskan masalah, sampai dengan penentuan alternatif strategi pemecahan yang mengacu pada dinamika perkembangan teoritik yang kesemuanya itu ditandai dengan adanya kelogisan dan koherensi dengan teori dalam bidang yang relevan. Manifestasi tuntutan atas kesesuaian dengan fakta-fakta empirik lebih mengacu pada kebenaran dari sisi empirik fakta real dinamika yang terdapat di lapangan dan sebagai representasi pola pikir yang bersifat induktif (the logic of inquiry).

Kerangka kerja penelitian yang dilakukan oleh peneliti selanjutnya adalah menggabungkan antara pengujian kebenaran teori (the logic of inquiry) dan pengujian kebenaran fakta (the empirical testing). Kesesuaian teori logika (rasio) dengan fakta empirik yang ada di lapangan menjadi tolak ukur dari representasi kebenaran ilmiah dari suatu temuan. Bilamana peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai pendekatan pemecahan masalah yang diteliti atau yang dikaji, peneliti membuat suatu hipotesis yang merupakan suatu representasi jawaban sementara atas masalah yang dikaji dikonstruksikan berdasarkan ranah-ranah kebenaran dari hasil telaah atau kajian teori yang notabene sebagai representasi aplikasi the logic of inquiry. Dari hipotesis tersebut kemudian diverifikasi berdasarkan fakta-fakta empirik. Dengan kata lain, peneliti melakukan upaya sistematik yang langkah-langkahnya eksplisit, bisa direplikasi oleh pihak lain, memiliki tolak ukur tertentu, objektif dan kebenaran yang bernuansa keilmuan –kebenaran yang memenuhi persyaratan kebenaran rasional (logically certain) dan kebenaran empirik (empirically accurate).

kaidah "The Empirical Testing" dalam Mencari Kebenaran Ilmiah

Penelitian secara estimologi dipandang sebagai upaya mencari kebenaran keilmuan berdasarkan kaidah the empirical testing yang direpresentasikan pada empirically accurate dan berikut pengertiannya.

The Empirical Testing mempunyai pengertian bahwa penelitian merupakan suatu pengujian empirik yang akurat. Empirik mengandung arti bahwa cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (Sugiono, 2011:3). Suatu kebenaran melalui penelitian harus mengungkapkan atau berkenaan dengan dunia nyata yakni dunia yang dapat diobservasi dengan indra, sehingga setiap orang dapat mengindranya. Helmstadler (1970:8-14) menyebutnya dengan the empirical method dimana satu-satunya kriteria yang dipakai untuk mempertimbangkan kebenaran suatu pernyataan ialah kenyataan. Jika dianggap sesuai dengan kenyataan berarti sesuatu tersebut mempunyai nilai kebenaran.

Maifestasi tuntutan atas kesesuaian dengan fakta-fakta empirik lebih mengacu pada kebenaran dari sisi empirik fakta real dinamika di lapangan dan sebagai representasi pola pikir yang bersifat induktif (Mukhadis, 2013:72). Pola pikir ini digunakan untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan pernyataan-pernyataan tersebut (Sarwono, 2006:11).

Kaidah empirik umumnya menuntut penghilangan pengalaman dan sikap pribadi. Kritis dalam penelitian berarti membuat interpretasi berdasarkan kenyataan dan nalar yang didasarkan atas kenyataan-kenyataan (evidensi). Evidensi yag dimaksud merupakan data yang diperoleh dari penelitian, berdasarkan hasil analisis data tersebut interpretasi dibuat (Sukmadinata, 2006:8-9).
Dari pendapat beberapa ahli tersebut maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa the empirical testing merupakan suatu kaidah penelitian dalam upaya menemukan kebenaran berdasarkan hasil observasi lapangan yang kemudian diinterpretasikan sesuai evidensi yang terjadi. Empirik mengindikasikan bahwa suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Kaidah empirik mempunyai tiga ciri, yaitu: (1) hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain), (2) hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu, dan (3) hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (adanya hubungan sebab akibat). Empirisme menekankan bahwa pernyataan yang tidak dapat dibuktikan melalui pengalaman atau fakta-fakta empirik adalah tidak berarti atau tanpa arti. Suatu kebenaran harus dapat diuji melalui pengalaman dan berdasarkan fakta empirik.

Kaidah "The Logic of Inquiry" dalam Menemukan Kebenaran Ilmiah

Penelitian secara estimologi dipandang sebagai upaya mencari kebenaran keilmuan berdasarkan kaidah the logic of inquiry yang direpresen-tasikan pada logically certain dan berikut merupakan pengertiannya.


The Logic of Inquiry mempunyai pengertian bahwa penelitian bersifat logis dan rasional. Logis dan rasional disini dimaksudkan bahwa kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh nalar manusia (Sugiono, 2011:3). Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Dengan kata lain, Helmstadler (1970:8-14) menyebut kaidah ini sebagai the rationalistic method, dimana kebenaran diusahakan melalui penalaran (reasoning) yang logik, seperti silogisme atau penarikan kesimpulan berdasarkan proporsisi mayor dan proposisi minor.

Manifesti tuntutan atas kesesuaian logika daya nalar (rasio) ini lebih mengacu pada kebenaran-kebenaram dari sisi teoretik, rasional dan sebagai representasi pola pikir yang bersifat deduktif (Mukhadis, 2013:72). Proses deduksi ini menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengar disertai premis-premis sebagai bukti (Sarwono, 2006:11). Logika deduktif ini dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan baru dalam pengetahuan (prinsip, kaidah) yang ada (Sukmadinata, 2006:9).

Dari beberapa pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa the logic of inquiry merupakan suatu kaidah penelitian yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Kaidah ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris. Logika deduktif ini merupakan salah satu unsur dari metode logika hipotetiko verifikatif atau metode ilmiah. Produk berpikir deduktif bisa ditarik  untuk penyusunan hipotesis, yakni jawaban sementara yang kebenarannya masih perlu diuji atau dibuktikan melalui proses keilmuan selanjutnya.

Kamis, September 18

RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF KARAKTERISTIK, JENIS, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

A.           RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF

Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah; disebut juga sebagai metode etnografi karena pada awalnya metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengambilan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2008: 1).
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data atau mengukur status variabel yang diteliti, sedangkan dalam penelitian kualitatif, peneliti menjadi instrumen. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument.
Rancangan pada dasarnya merencanakan suatu kegiatan sebelum dilaksanakan. Kegiatan merencanakan ini mencakup komponen-komponen penelitian yang diperlukan. Dalam banyak hal dalam penelitian kualitatif komponen-komponen yang akan dipersiapkan itu masih bersifat sebagai kemungkinan. Rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsurnya masing-masing. Moleong (2004: 236) mengartikan rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan perlengkapan yang diperlukan dalam suatu penelitian kualitatif yang terdiri dari tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data.


B.            Karakteristik Penelitian Kualitatif

1.             Lingkungan Alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti.
2.             Peneliti sebagai instrument kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan partisipan.
3.             Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja.
4.             Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak.
5.             Makna dari para partisipan (participants meaning); dalam keseluruhan proses kualitaitf, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna ysng disampaikan partisipan tentang masalah.
6.             Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis.
7.             Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif seringkali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka.
8.             Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif  di mana di dalamnya peneliti membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar dan pahami.
9.             Pandangan menyeluruh (holistic account); para peneliti berusaha membuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti.
  

C.           JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF

Ada 5 jenis penelitian yang terdapat dalam penelitian kualitatif (John E. Creswell, 2009:20), yaitu penelitian etnografi, penelitian grounded theory, penelitian study kasus, penelitian fenomologi, dan penelitian narasi.
1.             Etnografi
Merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam pengumpulan data utama, data observasi, dan data wawancara. Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespon kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan.
Contoh penelitian yang dilakukan Harry , Klingner , dan Hart (2005 ) menerbitkan sebuah studi etnografi siswa Amerika Afrika dalam pendidikan khusus di sebuah distrik sekolah beragam budaya perkotaan.
                                                                            
2.             Grounded Theory
Grounded theory adalah prosedur penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan pola-pola bertingkah laku, berkeyakinan, dan berbahasa yang diyakini bersama oleh sebuah kelompok kultural tertentu yang telah bertumbuh-kembang pada jangka waku yang lama.
Dalam penelitian ini, grounded theory memiliki prosedur analisis data yang lebih rumit daripada jenis penelitian kualitatif lainnya. Karena penelitian ini bersifat sitematis dan mengikuti format standar. Dalam Emzir (2010: 210) dijelaskan, dalam penelitian grounded theory perlu diadakannya pengkodean sebelum melakukan proses analisis data.
Dalam gambar grounded theory seperti gambar di bawah, dijelaska bahwa Open coding merupakan penentuan konsep, axial coding langkah menyatukan konsep dalam kategori, selective coding membuat garis cerita dan mulai menulis cerita, proporsi merupakan pernyataan yang mengandung hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai atau benar atas sesuatu yang relevan dengan keadaan dilapangan. Penyusunan konsep, kategori, dan proporsi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan teori, sebagai tujuan akhir grounded theory. Gambar rancangan grounded theory dapat dilihat di bawah ini.
  
3.             Study Kasus
Merupakan jenis penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
Kasus sama sekali tidak mewakili populasi dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan dari populasi. Kesimpulan studi kasus hanya berlaku untuk kasus tersebut. Contoh penelitian yang dilakukan oleh Purcell, Horn, dan Palmer ( 2007 ) menyelidiki inklusi siswa penyandang cacat dalam lima program prasekolah dan mengumpulkan data melalui wawancara dan kelompok focus.

4.             Fenomenologi
 Merupakan jenis penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. Memahami pengalaman-pengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna. Dalam proses ini, peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang diteliti.
Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.
Rancangan penelitian dalam penelitian fenomenologi ini hampir sama dengan rancangan penelitian pada etnografi, tetapi yang membedakan keduanya adalah penekanan masalah yang mendasari dilakukannya penelitian. Kalau pada etnografi berdasarkan pada suatu kebudayaan lingkungan, sedangkan pada fenomenologi berdasarkan fenomena yang terjadi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan.
Sebagai contoh, peneliti sedang meneliti studi mengenai daur hidup masyarakat tradisional dilihat dari perspektif hidup sehat, misalnya menggunkan air bersih, menu makanan, kepeduliannya terhadap usaha pengobatan atas keluarga yang sakit, dll.

5.             Narasi
Merupakan jenis penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Informasi kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. Di akhir tahap penelitian, peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri.
Bagi individu yang merencanakan studi narasi, setiap jenis narasi menyediakan struktur untuk melakukan penelitian dan referensi agar mampu melakukan proyek, pengulasan jurnal, dan diakui penerbitan buku. Bagi mereka pembaca penelitian naratif, kurang penting untuk mengetahui jenis narasi apa yang sedang digunakan dan lebih penting untuk mengenali karakteristik utama dari jenis narasi.
Sebagai contoh peneliti mencari tahu bagaimana para perempuan memikirkan setiap kejadian-kejadian selama masa kehamilan. Maka peneliti mengumpulkan berbagai macam cerita dari peempuan-perempuan yang sedang hamil.

D.           KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PENELITIAN KUALITATIF

1.             Kelebihan Penelitian Kualitatif
Jika harus dirumuskan apa saja yang menjadi kelebihan metode penelitian kualitatif antara lain adalah. Pertama, dalam penelitian kualitatif lebih dimungkinkan lahirnya teori baru. Dengan cara kerja yang lebih mementingkan konseptualisasi yang muncul dari data (induktif) yang diperoleh, dan melalui abstraksi konseptual dengan bantuan teori yang sudah ada, akan lebih besar kemungkinannya teori baru yang dilahirkan. Hal ini tentu berbeda dengan cara kerja metode kuantitatif yang deduksi; di mana tujuan utamanya hanya memverifikasi teori yang sudah ada melalui pengujian hipotesa. Sebaliknya, dalam penelitian kualtitatif sejak dari pengumpulan data dan proses pembentukan teori itu sudah dimulai. Meskipun begitu bukan berarti dengan verifikasi teori tidak akan dapat ditemukan teori baru. Walaupun dengan fokus utama melakukan uji teori lama, dengan tanpa melakukan persiapan untuk mengkaji secara sistematis terhadap teori yang muncul dari data lapangan yang ditemukan, kemungkinan ditemukannya teori baru lebih kecil. Kedua, dengan penelitian kualitatif masalah realitas subyektif seperti masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem nilai, agama atau masalah kebudayaan pada umumnya akan dapat diungkapkan. Dalam kenyataannya tidak semua fakta sosial dapat dikuantifikasir secara begitu saja. Dalam realitas sosial tertentu, penyeragaman analisa melalui statistik misalnya, justru hanya akan membawa pada pendangkalan.

2.             Kelemahan Penelitian Kualitatif
Dengan tidak bermaksud menafikkan keunggulan yang dimilikinya, tampaknya harus pula diperhatikan beberapa sisi lemah pendekatan kualitatif ini yaitu:
•Kualitas tegantung peneliti
•Subjektfitas tinggi
•Perubahan perilaku informan
•Waktu lama
•Tidak ada prosedur standar
•Sulit mendapat informan kunci
•Penafsiran beda antar peneliti
•Sulit menggeneralisasi

•Keterbatasan peneliti

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More