Selasa, Februari 3

Penerapan Pembelajaran Berbasis E-learning

Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat, telah mendorong terjadinya perubahan paradigma masyarakat dalam mencari dan memperoleh informasi. Masyarakat sudah tidak lagi terpaku pada media surat kabar, televisi, radio, dan buku, tetapi juga telah mulai merambah ke dunia maya(internet). Internet sendiri merupakan salah satu media sumber informasi yang jangkauannya sangat luas dan “aktual”.

Perkembangan teknologi informasi tersebut, telah memberikan dampak yang cukup besar dalam dunia pendidikan. Oetomo dan Priyogutomo (dalam Mohammad Adri, 2007) menyatakan pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik ke peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan meteri pendidikan serta peserta didik itu sendiri. Internet sebagai salah satu sumber belajar telah melahirkan konsep e-learning. E-learning adalah proses pendidikan yang memanfaatkan fasilitas internet sebagai salah satu sarana dan media dalam pendidikan pengajaran.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai e-learning, hendaknya kita melakukan analisis terlebih dahulu terhadap model-model pendidikan konvensional yang pada umumnya telah diterapkan di dunia pendidikan. Sistem pembelajaran konvensional pada dasarnya merupakan suatu sistem pembelajaran dimana kegiatan belajar dan mengajar(KBM) dilaksanakan di dalam suatu ruang kelas dan dalam waktu tertentu pada jam yang ditentukan. Sistem pembelajaran tersebut terpaku dalam satu ruangan formal di mana terdapat dosen dan mahasiswa yang bertatap muka secara langsung. Pada umumnya, secara teknis mahasiswa datang, duduk, mendengarkan dan mencatat penjelasan dari dosen kemudian mengerjakan tugas mandiri dan sebagainya.

Namun dalam praktek sehari-hari, sering dijumpai dosen maupun mahasiswa yang berhalangan untuk mengikuti perkuliahan di kelas sehingga proses KBM pun tidak dapat berjalan secara efektif. Situasi pembelajaran semacam ini dirasa sangat merugikan kedua belah pihak. Dimana dosen mempunyai tanggungan materi yang harusnya diberikan, namun tertunda karena tidak dapat menghadiri perkuliahan. Sedangkan dari pihak mahasiswa juga merasa dirugikan karena tidak mendapatkan haknya untuk memperoleh materi pelajaran.

Kalau kita telaah lebih dalam, sedikitnya terdapat tiga gaya belajar mahasiswa. Pertama, tipe audio yaitu salah satu gaya belajar dimana seseorang lebih mudah untuk menangkap dari apa yang dia dengar. Umumnya, adalah mahasiswa yang lebih suka untuk mendengarkan materi. Kedua, tipe visual yaitu salah satu gaya belajar dimana seseorang yang cenderung mudah menangkap informasi dari apa yang dia lihat atau dia baca. Umumnya, mahasiswa yang terbiasa belajar dengan cara membaca textbook. Ketiga, tipe kinestetik yaitu salah satu gaya belajar dimana seseorang yang cenderung mudah menangkap informasi dengan cara mempraktikkan atau pengalaman langsung. Umumnya, terdapat sekelompok mahasiswa yang senang mempelajari suatu materi dengan mempraktikkan langsung ilmu yang didapatkan.

Dari sini kita dapat telaah bahwa apabila kita tetap mempertahankan model pembelajaran konvensional, maka mahasiswa akan menjumpai banyak kendala dalam mengembangkan potensinya. Oleh karena itulah diperlukan suatu pengintegrasian model pembelajaran baru yang mencakup gaya belajar mahasiswa secara keseluruhan. Dan metode yang paling tepat adalah pembelajaran berbasis e-learning. Dengan gaya belajar pertama (audio), dalam media pembelajaran e-learning dapat diberikan beberapa fitur dalam bentuk audio yang bisa diperdengarkan secara langsung maupun di-download. Untuk gaya belajar yang kedua (visual), e-learning diimplementasikan ke dalam bentuk tulisan-tulisan yang dapat berupa textbook, modul maupun e-book yang kesemuanya dapat di-download. Untuk gayae-learning juga menyediakan materi video yang dapat di-download atau dilihat sebagai panduan praktik. Pada gaya belajar kinetic semacam ini, e-learning hanya berperan sebagai panduan atau tutorial saja. belajar yang ketiga, dimana mahasiswa lebih bisa untuk menangkap materi dengan praktik secara langsung,

Karakter-karakter yang fleksibel yang dimiliki e-learning menjadikan e-learning mudah diterapkan oleh mahasiswa dengan berbagai gaya belajar sehingga e-learning merupakan penunjang media pembelajaran yang efektif, terutama di dunia kampus yang notabennya sebagai pintu gerbang dunia luar. Mari kita jadikan UM sebagai kampus ideal berbasis ICT. Untuk sharing tentang pemanfaatan IT bagi dunia pendidikan dapat menghubungi: wahyu_hazard@yahoo.com

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More