Rabu, Februari 23

Cara membuat hyperlink di Power Point

Untuk menghubungkan halaman satu dengan halaman yang lain, pada micossoft power point kita dapat memanfaatkan menu hyperlink atau biasa disingkat dengan link dengan simbol dan biasa terletak pada menu bar INSERT –> Hyperlink. Baiklah, pada tutorial kali ini akan saya demokan cara mentautkan halaman pada power point dengan menggunakan hyperlink. Buatlah slide power point sesuai dengan kebutuhan, misalnya pada tutorial ini saya contohkan dengan 4 slide dengan ketentuan: slide 1 (judul), slide 2 (daftar isi), slide 3 (bab 1), slide 4 (bab 2). Sehingga tampilannya seperti ini: Hyperlink dapat dibuat lewat sebuah kata ataupun dari sebuah button...

Minggu, Februari 20

SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI SEKOLAH (SIAS)

Rancang bangun hak akses sistem informasi administrasi sekolah, terdiri dari Admin, guru, kepala sekolah, wakasek, siswa dan wali kelas dan lain-lain. misalnya: silahkan dilanjut dan mari kita berkreasi…...

Sabtu, Februari 19

Kami Orang Desa yang tak Punya Nasionalisme

Salam kenal untuk para pembaca yang budiman... Perkenalkanlah, kami adalah sebagian kecil orang desa dari sekian banyak orang desa yang menjadi rakyat di republik ini. Dan ketika semua orang ramai-ramai membincang nasionalisme, maka ijinkanlah kami untuk berbicara jujur. Bahwa kami sebagai orang desa, sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang nasionalisme itu, dan sekaligus tidak memilikinya. Jadi, tolong dengarkan sejenak pengakuan kami yang sederhana ini. Dan mohon maaf sebelumnya... Kalau yang disebut nasionalisme itu adalah melakukan demonstrasi kesana kemari sembari merusak harta rakyat, maka kami bukan golongan yang punya nasionalisme....

dan Inilah Tidurku

-------------------- .... ku bilang padanya, tidur itu bermakna, maka jangan salahkan aku jika aku meninggalkanmu untuk tidur ku tidur ini bermakna, sahut temanku maka biarkan hidayah Tuhan masuk dalam benakku lewat tidur ku seorang datang dalam kantuk ku membisikkan aksara tanpa kata ukirlah anganmu, layangkan pandangmu ku tunggu langkahmu jauh sudah ku dayung khayalku dan ku tinggalkan bisikan itu sekarang, aku tlah sampai di himalaya, menikmati sejuknya greeland dan panasnya sahara jadi rajapun aku pernah bahkan jabatan rendahan di negri ini sempat pula ku emban tidurku kali ini benar-benar nikmat aku terkapar sambil harap berharap tentang aku dan tidurku tentang bantal dan gulingku sungguh, inilah tidurku .... -------------------- Pujasera...

Rindu tak Terobati

aku merindukanmu disaat dirimu semakin menghilang dari hidupku rasa ini hambar dan hidup ku pun serasa sepi sendiri dalam lelah menanti aku menunggumu menunggu bayangmu lewat menyapa aku diam dalam setiap hembus nafas akankah kau kembali dalam pelukan kisah lalu?? 6-9-2010...

Ku Rindu Kau Mama...

ku ambil secarik kertas dan ku goreskan pena kerinduan untukmu mama... dalam kesendirian, sejak terakhir kau jenguk aku dalam mimpi-mimpi mu, kesepian diam2 hadir menggerayangi, dan semua yang berasa ramai, seolah sirna tergusur waktu mama... biarkanlah aku menangis, dalam keriduan akan belaianmu, dalam kerinduan akan suaramu, dalam kerinduan akan nasehat2mu, juga senyum dan tawamu... mama... sehabis petang ini hilang, kirimkanlah seekor kunang, yang menemaniku dalam gelapnya malam, agar rasa sepi ini hilang, dan ku rasakan hadirmu mendekap, menuntunku dalam lelap asaku. mama... sudah lama ku nantikan belaianmu, yang hanya bisa ku rasa lewat bayu, kirim kabar satu-satu, aku makin rindu... hari penantian pun datang, dan semua...

Prigi

ombak mengiring tawa di pantai prigi ingin rasa ku hempaskan tubuhku di tengah samudra yang membawa tenangnya dalam lusuh pikirku hari-hari yang lalu terkubur dalam ricik air yang menabrak karang mengoyak kepenatan dalam keriangan aku pun berlari meninggalkan lorong yang pekat itu yang berapa lama menjeratku dalam ketiadaan raga berdiri namun jiwa letih tak berdaya sungguh hari-hari dalam kehampaan dan sekarang... akupun bebas! bebas berenang, bebas menyelam sebebas ikan pindang yang lolos dari jaring nelayan dan teriakan ini... ku persembahkan bagi diriku, mereka dan semua yang mendengarku, kebebasan benar-benar dalam nyatanya Sabtu, 12 Juni 2010...

Mawarku

pertama ku bertemu denganmu rasa ini sungguh tak menentu kau tersipu malu karna ku saat ku layangkan pandangku kepadamu aku terbuai dengan kata-katamu lembut, merdu dan bersahaja dan semua isi ruangan itu terkagum melihat matamu yang merona duhai kau mawar yang tlah lama hilang aku sungguh terjatuh dalam merahmu aku sungguh terpaku akan harummu aku sungguh terbuai akan lembutmu aku yakin... banyak hati yang juga melayangkan pandang padamu aku juga yakin... bukan diriku saja yang sedang terbuai olehmu dan yang paling q yakin... hati ini tlah terpikat olehmu Ooohhh... duhai sang mawar ku mengapa kau tumbuhkan rasa ini lagi?? aku sudah melupakan kenangan itu ooohhh... apakah ini suatu mimpi yang hanya sekejab lalu pergi? tidak...tidaklah...

Ku Tanya

ku tanya embun di pagi ini "masihkah kau rindukan mentari?" dengan senyum, dia menjawab "ku kan slalu disini menantikan cahyanya" ku tanya angin di sore hari "masihkah kau rindukan awan?" tanpa berlama dia berkata "kan ku bawa keliling dunia dan akulah miliknya" dan ketika ku tanya pada hatiku di sepanjang malam "masihkah kau rindukan biduanmu?" dengan lirih dan terbata, aku bekilah "dia sudah ada yang punya" tak berlama, bisu pun bersilah pergi dan akupun hanya terdiam tak berdaya tergolek lemah diantara dedaunan yang jatuh menghujam dengan sindir tawanya -siluman mimpi lemah di nyatanya- bisingpun menguburku di kekelaman... Malang, 6 Juli 2010 Inilah nyata, dan siapa saja yang meragukan hatinya, suatu saat penyesalan kan melanda. Teruntuk...

Ku Paksakan

... ku paksakan membuka cakrawala dan bangun dari tidurku, pagi itu tak pernah ku buyarkan mimpiku sepagi ini dan sejarahpun mengurai crita dengan terseok langkah kaki berujar pada jalannya, mataku yang masih setengah terpejam, ku guyur dengan mata air telaga dingin, dingin sekali pagi itu dan tulang2 serta jantung ini tertusuk berulang-ulang sejenak ku terdiam di keramaian kokok ayam dan tetesan embun yang menyambut mentari di langit timur inilah pagiku yang gila membangunkanku, lantang dia berujar, "bangun gan, ladangmu tlah menunggu" ... 13 Juli 2010...

Kau Anggap Kami Apa?

........ sekarang ku tantang kau -seorang bangsat dalam jajaran berdasi- dalam pidatomu di lapangan pinggir desaku yang malang ini kau ucapkan dengan lantang padaku dan pada kami yang mendengarkan bualan periodikmu "Kalian adalah masa depan masa depan bangsa! Kalian adalah para penerus pahlawan-pahlawan bangsa dan di punggung kalian, nasib bangsa ini dipertaruhkan!" hha... aku, aan, arip, aris, guk san, guk di dan yang lain semuanya tertawa bersama tepukan formal yang kami hadiahkan untuk gaya dan tenagamu .......... "Jika kami memang masa depanmu! Bersiapkah engkau jadi masa lalu?" .......... Kau katakan dengan lantang, kami ini masa depan kalian, Namun ketika kami bergeming tentang kesiapan kaian menjadi masa lalu, maka jawaban tak pasti yang kami dapat. Engkau...

Gadis Berkerudung Biru

gadis berkerudung biru can...tik sekali siang itu menarik sukma untuk mencumbu di peraduan buaian bayu ku terjatuh pada tatapannya tajam menusuk relung hatiku ingin rasa ku singkap waktu membuka angan, menerpa pandang kau jadikan aku raja di singgasanamu ku angkat ratu kau temani aku bercakap kita terdiam tanpa kata dalam nafas sebaris nama "oh... adinda.." jika ini yang pertama... kau sangat menggoda jikalaupun ini menjadi yang terakhir bagi kita... kau takkan pernah ku lupa "Din, jikalapun kita jauh, pandanglah embun dan mentari di pagi hari, tanpa malu mereka merindu, begitu pula aku..." Malang, 4 Juli 2010...

Ucup dan Final AFF 2010 I (26 Desember 2010)

13.00 WIB Riuh gemuruh angin membawa pesan "INDONESIA MERAIH MIMPI", ulasan salah satu media televisi Ucup, Seorang anak paruh baya yang sedari tadi setia menyimak berita bingung dan bertanya padaku, "maksud e opo?" -maksudnya apa- akupun tak heran dengan tanyanya... Di saat uforia AFF 2010 menggema di seluruh penjuru Indonesia tak lain dan tak bukan karna TIMNAS kita belum pernah terkalahkan sejak babak penyisihan serta pesta gol-gol diluar dugaan antusiasme meningkat dan harapan itu muncul kembali sedang untuk satu anak ini, akupun turut berduka, dia adalah 1 dari sekian ribu masyarakat Indonesia yang trauma akan prestasi persepakbolaan negeri ini. 15 tahun sejak piala Tiger -dan sekarang AFF- digelar, Bangsa kita hanya mampu menjadi spesialis Runner...

Aku, Kamu dan Kainmu

Bagus memang namamu Indah benar gayamu Namun tak jua luluhkan hatiku Karna semua itu semu Aku benci dirimu Bukan karna lakumu, pikirmu, dan bahkan wajahmu Namun topeng yang kau bawa... Kain yang kau kenakan... Klambu yang kau kibarkan... Semua tau itu Pernah kau buang aku di lembah tak bertuan Karna memang aku tak punya tuan dan juga aku tak mau mempertuankanmu aku, kamu dan kainmu.... semakin mengharu Lusa dan kini... Aku berjalan di kesendirian Tanpa kainmu Tanpa topengmu Dan tanpa kelambumu aku...dan kesendirian... H5. 205, UM, Malang (PTK) 11.45 WIB, 25-2-2010...

Minggu, Februari 13

Printing/Mencetak Halaman Power Point (Buku Saku)

Kali ini kita akan membahas bagaimana caranya untuk mencetak halaman power point seperti layaknya buku saku. Dimana dalam satu kertas bisa tercetak 2, 4, 6, 9 atau lebih slide. Sehingga dengan bentuknya yang kecil, bisanya banyak orang menyebutnya sebagai cetakan buku saku. Pertama buat slide presentasi yang akan dicetak, paling tidak sediakan 6 slide/ halaman yang siap untuk dicetak. Berikut contohnya: Gambar 1. Contoh Slide Power Point yang akan dicetak Untuk mecetak, klik tombol pada pojok kiri atas power point, seperti berikut: Gambar 2. Tempat untuk mencetak (Ms. Office Power Point 2007) Atau tekan tombol Ctrl + P pada keyboard...

Pages 191234 »
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More