Sabtu, Januari 23

Keteladanan Telah Diberikan (Gus Dur)

Semua orang merasa kehilangan, sebab hampir semua orang merasa berhutang budi pada Gus Dur. Begitu Komentar orang terhadap kepergian tokoh yang satu itu. Hal itu tidak lain mengingat besarnya kiprah Gus Dur terhadap umat Islam dan bangsa ini. Kemunculan Gus Dur di tengah puncak kekuasaan Orde baru memberikan tempat tersendiri bagi bangsa ini, terutama di kalangan muda yang berusaha melepaskan diri dari cengkeraman rezim yang otoriter itu seolah Gus Dur memberikan alternatif lain. Ia tidak seperti kelompok aktivis radikal yang menghadapi orde baru secara konfrontatif. Tetapi juga tidak seperti tokoh kompromis, yang serba tunduk pada kemauan orde baru.

Dengan sikap seperti itu Gus Dur seolah menjadi oposisi loyal, sehingga menjadi tumpuan semua pihak, kalangan yang anti orde baru maupun menjadi sahabat para pemimpin orde baru. Hampir semua pendukung rezim orde baru utama memiliki kedekatan khusus dengan Gus Dur, baik Sudomo, Benny Moerdani, Moerdiono. Belum lagi tokoh lainnya. Dengan kepiawiaannya Gur Dur dihormati oleh kawan dan lawan. Bagi kalangan aktivis mahasiswa tahun 1980-an, Gus Dur merupakan sumber inspirasi penting di saat yang sama juga sangat dihormati oleh Soeharto sendiri.

Soeharto tahu bahwa rival yang satu ini tidak sembarangan, karena itu diperlakukan dengan sangat hati-hati. Beberapa kali Soeharto berusaha mengeliminir tokoh ini, tetapi beberapa kali ia terpaksa menerima kehadiran tokoh ini di pentas politik nasional, meski bukan seorang pimpinan partai politik, tetapi diakui sebagai pemimpin oposisi paling utama ketika kekuatan partai sepenuhnya telah ditundukkan oleh rezim itu. Pada saat itu NU organisasi sosial yang dipimpinnya, menjadi kekuatan politik riil yang paling terkemuka dibanding partai politik yang ada.

Kepemimpinan Gus Dur memang tidak hanya di ranah sosial politik, tetapi juga dalam dunia pemikiran dan kebudayaan. Justru dalam bidang ini perspektif pengaruh Gus Dur merebak sedemikian luas. Kemampuan dan penguasaannya terhadap bidang pemikiran dan kebudayaan itu memungkinkan ia masuk di lingkungan ilmuwan dan budayawan. Hal itu menambah luasnya pengaruh social dan politik Gus Dur, ketika tidak ada bidang penting kehidupan masyarakat yang tidak bisa dimasuki, sehingga setiap kelompok masyarakat menganggap Gus Dur sebagai komunitasnya.

Pada mulanya orang mengira Gus Dur hanya bisa membuat wacana, tetapi anggapan itu salah ketika Gus Dur benar-benar mampu menerjemahkan gagasannya ke dalam kehidupan nyata, ketika menjadi pemimpin tertinggi negeri ini, yaitu Presiden. Sebagai pengagum Bung Karno Gus Dur ingin mengembalikan kemandirian dan martabat bangsa ini. Berbagai langkah penting dilakukan antara lain membangun ekonomi nasional dengan bertumpu pada sumber daya sendiri, membuat poros baru ekonomi dan politik dunia untuk menghadapi monopoli Barat.

Dalam langkahnya itu Gus Dur membuat langkah agar bangsa ini kembali menjadi bangsa yang besar dengan melakukan langkah-langkah besar. Kebesaran gagasan dan keberanian melangkah itu, Gus Dur mendapatkan simpati dari segenap tokoh dunia, karena kepiawian Gus Dur menghadapi dominasi Amerika, persis ketika menghadapi dominasi Soeharto. Dengan politik luar negeri yang tidak berkonfrontasi dengan Barat, tetapi memiliki sikap kritis terhadap barat, Gus Dur tidak hanya disegani oleh lawan Amerika, tetapi juga sangat dihormati oleh Amerika sendiri, terutama langkah-langkahnya dalam menggerakkan demokrasi, keterbukaan anti diskriminasi dan sebagainya tema yang menjadi kepedulian Amerika dan Barat saat itu.

Bukan lagi mahasiswa dan tokoh politik Indonesia yang terinspirasi pemikiran dan sepak terjang Gus Dur, para tokoh politik Dunia, baik dari Cina, Jepang, Timur tengah, termasuk kalangan Amerika Latin seperti Fidel Castro dan Hugo Chaves sendiri sangat berharap Gus Dur bisa menjadi pemimpin Dunia baru untuk dunia yang lebih adil dan lebih sejahtera sebagai mana yang mereka perjuangkan. Dunia di bawah kepemimpinan Indonesia yang besar akan memiliki pengaruh yang sangat besar, sebagaimana dulu pernah dilakukan oleh Bung Karno saat menghadapi dua super power yang sedang bersaing itu.

Kebesaran pemikiran dan keluasan cakrawalanya Gus Dur mampu memberikan inspirasi bahkan keteladanan, tidak hanya bagi bangsa Indonesia tetapi juga bagi bangsa lain di seluruh dunia. Nah ini sebuah karya besar Gur Dur yang tidak saja harus dikenang, tetapi harus dilanjutkan, mengingat ini sebuah cita-cita besar yang belum selesai. Bagaimana membangun bangsa yang besar dan sekaligus membangun dunia yang adil dan damai. Gus Dur telah meninggalkan berbagai ilmu dan pengalaman pada kita. Setelah Gus Dur tiada maka tugas telah beralih ke pundak kita untuk membesarkan bangsa ini dan menjaga ketertiban kehidupan dunia saat ini. (Abdul Mun’im DZ)

Sunber: http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=21239

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More