Rabu, September 17

MACAM, FUNGSI, PENELUSURAN, PENGKAJIAN DAN PEREKAMAN KAJIAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN

Oleh: Wahyu Nur Hidayat

A.           PENGERTIAN KAJIAN PUSTAKA
Kajian Pustaka adalah pengkajian kembali literatur-literatur yang terkait (review of related literature). Sesuai dengan arti tersebut kajian pustaka berfungsi sebagai pengkajian kembali (review) pustaka (laporan penelitian dan sebagainya) tentang masalah yang berkaitan, tidak selalu tepat identik dengan bidang permasalahan yang dihadapi, tetapi termasuk pula yang seiring dan berkaitan.

B.            MACAM-MACAM KAJIAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN
Kajian pustaka dari hasil penelitian lain dimaksudkan untuk memperkuat pandangan peneliti didukung oleh hasil penelitian lain yang relevan, serta untuk menghindari adanya pengulangan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain atau menjaga originalitas penelitian. Kajian pustaka primer meliputi jurnal penelitian, laporan hasil penelitian, abstrak, narasumber.
Kajian pustaka dari teori dimaksudkan agar peneliti dapat mengidentifikasi masalah yang diteliti dalam konteks ilmu pengetahuan yang relevan. Kajian pustaka dari teori merupakan kajian pustaka dari sumber pustaka sekunder. Sumber pustaka sekunder  adalah publikasi di mana penulis mendeskripsikan hasil karya orang lain. Sumber sekunder adalah buku (text books), ensiklopedia pendidikan, kajian penelitian, atau buku tahunan.
Macam-macam kajian pustaka primer sebagai berikut:  (a) Buku adalah sumber pustaka ilmiah yang secara resmi telah dipublikasikan atau telah menjadi peganggan dalam mempelajari suatu bidang ilmu.  (b) Surat kabar/ majalah merupakan sumber pustaka yang cukup baik dan mudah diperoleh dimasyarakat, mengingat informasi dari surat kabar dan majalah merupakan informasi yang sifatnya popular tapi para peneliti dianjurkan untuk lebih dahulu mengevaluasi isi yang hendak diambil seperti what, who, how, when, why.  Kemudian (c) Internet merupakan sumber kajian pustaka yang dihasilkan akibat kemajuan teknologi yang telah membawa dampak yang sangat signifikan dibidang informasi, dalam melakukan kajian pustaka menggunakan internet prinsip pemutakhiran sangat  penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya.
Sedikitnya terdapat dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh sumber bacaan, yaitu: (a) adanya keterkaitan antara isi bacaan dengan masalah yang dibahas, (b) Kemutakhiran sumber bacaan, artinya sumber bacaan yang sudah kadaluwarsa  isinya harus ditinggalkan. Sering dijumpai banyak laporan penelitian mencantumkan daftar pustaka yang sangat banyak, tetapi  tidak berkaitan dengan masalah yang dibahas.
Pada umumnya urutan langkah yang dilakukan dalam melakukan kajian teoritis melalui sumber bacaan adalah sebagai berikut: Mengkaji teori-teori ilmiah yang berhubungan dengan konsep-konsep yang dipermasalahkan dan akan dipakai dalam analisis (a) membahas hasil-hasil kajian ilmiah lain yang berhubungan dengan apa yang dipermasalahkan (b) merangkum hasil-hasil kajian teori, yang dapat berupa kesimpulan yang berisi jawaban sementara (hipotesis) terhadap rumusan masalah, atau rangkuman argumentasi teoritik yang akan digunakan hasil kajian, (c) mengkaji rumusan masalah penelitian, mengidentifikasi istilah kunci dan topik yang terkait dengan rumusan masalah, (d) teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian bukan hanya yang tercantum dalam rumusan masalah, melainkan pula yang menggambarkan hubungan sebab akibat dengan variabel yang diteliti.

C.           LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN PEREKAMAN KAJIAN PUSTAKA
Langkah-langkah untuk melakukan perekaman kajian pustaka, sebagi berikut:  (a)  memulai dengan materi hasil penelitian yang secara sekuensi diperhatikan dari yang paling relevan, relevan dan cukup relevan. Cara lain dapat juga misalnya, dengan melihat tahun penelitian di awali dari yang paling mutakhir dan berangsur-angsur mundur ketahuan yang lebih lama, selanjutnya (b) Membaca abstrak dari setiap penelitian lebih dahulu untuk memberikan penilaian apakah permasalahan yang di bahas sesuai dengan yang akan dipecahkan dalam penelitian, (c) Mencatat bagian-bagian penting dan relevan dengan permasalahan penelitian untuk menjaga agar tidak terjebak dalam unsure plagiat, para peneliti hendaknya juga mencatat sumber-sumber informasi dan mecantumkannya dalam daftar pustaka, jika memang informasi berasal dari ide / hasil penelitian orang lain, (d) membuat  catatan kutipan atau salinan informasi sehingga peneliti dengan mudah dapat mencari kembali bila sewaktu-waktu diperlukan, sangat di anjurkan dalam hal ini bagi para peneliti agar membuat kutipan dalam sistem kartu berukuran 7,5 x 10 cm atau yang sudah di sediakan dalam toko-toko buku dan alat tulis umumnya. Kedua muka kartu secara bolak-balik dapat digunakan. Muka pertama untuk substansi kutipan, sedangkan muka sebaliknya sebagai catatan sumber kutipan, (e) Atur kartu-kartu tersebut menurut abjad atau katalog yang telah dibuat sesuai dengan interes peneliti, agar mudah dalam mencari bila sewaktu-waktu diperlukan, (f)  Tulis juga pada muka kartu sebaliknya, dari mana sumber tersebut di ambil secara lengkap dan teliti, (g) Agar mudah mencari dan mengatur kartu-kartu yang di buat, peneliti hendaknya membuat satu substansi kutipan untuk setiap kartu, (h) Yakinkan bahwa isi acuan tersebut di kutip secara langsung, di ringkas atau di uraikan dengan menggunakan bahasa sendiri. Hal yang demikian perlu dilakukan agar peneliti terhindar dari plagiator (penjiplak).

D.           KAJIAN PUSTAKA DARI TEORI YANG BERKAITAN DENGAN PERMASALAHAN YANG DITELITI (SEKUNDER)
Adapun struktur penulisan kutipan kajian pustaka baik dari kajian pustaka primer maupun sekunder adalah sebagi berikut:
1.               Cara Menulis Kutipan Langsung
a.               Kutipan kurang dari 40 kata
Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip (“....”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama penulis, tahun dan nomor halaman.
Nama penulis dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung.
nama penulis disebut dalam teks secara terpadu.
Contoh:
Soebronto (1990:123) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”.
Nama penulis disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman.
Contoh:
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soebronto, 1990:123)
Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal (‘...’)
Contoh:
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “terdapat kecenderungan semakin banyak ‘campur tangan’ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkaat partisispasu karyawan di daerah perkotaan” (Soewignyo, 1991:101).

b.               Kutipan 40 kata atau lebih
Kutipan yang berisi 40 atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan diketik dengan spasi tunggal. Nomor halaman juga harus ditulis.
Contoh:
Smith (1990:276) menarik kesimpulan sebagai berikut.

The ‘placebo effect’, which had been verified in previous studies, disappeared when behaviors were studied in this manner. Furthermore, the behaviors were never exhibited again, even when real drugs were administered. Earlier studies were clearly premature in attributing the results to a plcaebo effect.

c.               Kutipan yang sebagian dihilangkan
Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik.
Contoh:
“Semua pihak terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995:278).
   Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik.
Contoh:
“Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lain .... Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menangkap bola, menendang bola, dan menggambar” (Asim, 1995:315).

2.               Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung
            Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitnya. Jika memungkinkan nomor halaman disebutkan. Perhatikan contoh berikut.
            Nama penulis disebut terpadu dalam teks.
Contoh:
Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
            Nama penulis disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya.
Contoh:

Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik dari pada mahasiswa tahun keempat (Salimin, 1990:13).

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More