Kamis, September 18

RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF KARAKTERISTIK, JENIS, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

A.           RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF

Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah; disebut juga sebagai metode etnografi karena pada awalnya metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengambilan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2008: 1).
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data atau mengukur status variabel yang diteliti, sedangkan dalam penelitian kualitatif, peneliti menjadi instrumen. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument.
Rancangan pada dasarnya merencanakan suatu kegiatan sebelum dilaksanakan. Kegiatan merencanakan ini mencakup komponen-komponen penelitian yang diperlukan. Dalam banyak hal dalam penelitian kualitatif komponen-komponen yang akan dipersiapkan itu masih bersifat sebagai kemungkinan. Rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsurnya masing-masing. Moleong (2004: 236) mengartikan rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan perlengkapan yang diperlukan dalam suatu penelitian kualitatif yang terdiri dari tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data.


B.            Karakteristik Penelitian Kualitatif

1.             Lingkungan Alamiah (natural setting); para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi di mana para partisipan mengalami isu atau masalah yang akan diteliti.
2.             Peneliti sebagai instrument kunci (researcher as key instrument); para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan partisipan.
3.             Beragam sumber data (multiple sources of data); para peneliti kualitatif biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, ketimbang hanya bertumpu pada satu sumber data saja.
4.             Analisis data induktif (inductive data analysis); para peneliti kualitatif membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah ke atas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak.
5.             Makna dari para partisipan (participants meaning); dalam keseluruhan proses kualitaitf, peneliti terus fokus pada usaha mempelajari makna ysng disampaikan partisipan tentang masalah.
6.             Rancangan yang berkembang (emergent design); bagi para peneliti kualitatif, proses penelitian selalu berkembang dinamis.
7.             Perspektif teoritis (theoretical lens); para peneliti kualitatif seringkali menggunakan perspektif tertentu dalam penelitian mereka.
8.             Bersifat penafsiran (interpretive); penelitian kualitatif merupakan salah satu bentuk penelitian interpretif  di mana di dalamnya peneliti membuat suatu interpretasi atas apa yang mereka lihat, dengar dan pahami.
9.             Pandangan menyeluruh (holistic account); para peneliti berusaha membuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti.
  

C.           JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF

Ada 5 jenis penelitian yang terdapat dalam penelitian kualitatif (John E. Creswell, 2009:20), yaitu penelitian etnografi, penelitian grounded theory, penelitian study kasus, penelitian fenomologi, dan penelitian narasi.
1.             Etnografi
Merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif yang di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan yang alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam pengumpulan data utama, data observasi, dan data wawancara. Proses penelitiannya fleksibel dan biasanya berkembang sesuai kondisi dalam merespon kenyataan-kenyataan hidup yang dijumpai di lapangan.
Contoh penelitian yang dilakukan Harry , Klingner , dan Hart (2005 ) menerbitkan sebuah studi etnografi siswa Amerika Afrika dalam pendidikan khusus di sebuah distrik sekolah beragam budaya perkotaan.
                                                                            
2.             Grounded Theory
Grounded theory adalah prosedur penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan pola-pola bertingkah laku, berkeyakinan, dan berbahasa yang diyakini bersama oleh sebuah kelompok kultural tertentu yang telah bertumbuh-kembang pada jangka waku yang lama.
Dalam penelitian ini, grounded theory memiliki prosedur analisis data yang lebih rumit daripada jenis penelitian kualitatif lainnya. Karena penelitian ini bersifat sitematis dan mengikuti format standar. Dalam Emzir (2010: 210) dijelaskan, dalam penelitian grounded theory perlu diadakannya pengkodean sebelum melakukan proses analisis data.
Dalam gambar grounded theory seperti gambar di bawah, dijelaska bahwa Open coding merupakan penentuan konsep, axial coding langkah menyatukan konsep dalam kategori, selective coding membuat garis cerita dan mulai menulis cerita, proporsi merupakan pernyataan yang mengandung hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai atau benar atas sesuatu yang relevan dengan keadaan dilapangan. Penyusunan konsep, kategori, dan proporsi merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan teori, sebagai tujuan akhir grounded theory. Gambar rancangan grounded theory dapat dilihat di bawah ini.
  
3.             Study Kasus
Merupakan jenis penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
Kasus sama sekali tidak mewakili populasi dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan dari populasi. Kesimpulan studi kasus hanya berlaku untuk kasus tersebut. Contoh penelitian yang dilakukan oleh Purcell, Horn, dan Palmer ( 2007 ) menyelidiki inklusi siswa penyandang cacat dalam lima program prasekolah dan mengumpulkan data melalui wawancara dan kelompok focus.

4.             Fenomenologi
 Merupakan jenis penelitian di mana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. Memahami pengalaman-pengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti untuk mengkaji sejumlah subjek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna. Dalam proses ini, peneliti mengesampingkan terlebih dahulu pengalaman-pengalaman pribadinya agar dapat memahami pengalaman-pengalaman partisipan yang diteliti.
Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.
Rancangan penelitian dalam penelitian fenomenologi ini hampir sama dengan rancangan penelitian pada etnografi, tetapi yang membedakan keduanya adalah penekanan masalah yang mendasari dilakukannya penelitian. Kalau pada etnografi berdasarkan pada suatu kebudayaan lingkungan, sedangkan pada fenomenologi berdasarkan fenomena yang terjadi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan.
Sebagai contoh, peneliti sedang meneliti studi mengenai daur hidup masyarakat tradisional dilihat dari perspektif hidup sehat, misalnya menggunkan air bersih, menu makanan, kepeduliannya terhadap usaha pengobatan atas keluarga yang sakit, dll.

5.             Narasi
Merupakan jenis penelitian di mana di dalamnya peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Informasi kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif. Di akhir tahap penelitian, peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangannya tentang kehidupan peneliti sendiri.
Bagi individu yang merencanakan studi narasi, setiap jenis narasi menyediakan struktur untuk melakukan penelitian dan referensi agar mampu melakukan proyek, pengulasan jurnal, dan diakui penerbitan buku. Bagi mereka pembaca penelitian naratif, kurang penting untuk mengetahui jenis narasi apa yang sedang digunakan dan lebih penting untuk mengenali karakteristik utama dari jenis narasi.
Sebagai contoh peneliti mencari tahu bagaimana para perempuan memikirkan setiap kejadian-kejadian selama masa kehamilan. Maka peneliti mengumpulkan berbagai macam cerita dari peempuan-perempuan yang sedang hamil.

D.           KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PENELITIAN KUALITATIF

1.             Kelebihan Penelitian Kualitatif
Jika harus dirumuskan apa saja yang menjadi kelebihan metode penelitian kualitatif antara lain adalah. Pertama, dalam penelitian kualitatif lebih dimungkinkan lahirnya teori baru. Dengan cara kerja yang lebih mementingkan konseptualisasi yang muncul dari data (induktif) yang diperoleh, dan melalui abstraksi konseptual dengan bantuan teori yang sudah ada, akan lebih besar kemungkinannya teori baru yang dilahirkan. Hal ini tentu berbeda dengan cara kerja metode kuantitatif yang deduksi; di mana tujuan utamanya hanya memverifikasi teori yang sudah ada melalui pengujian hipotesa. Sebaliknya, dalam penelitian kualtitatif sejak dari pengumpulan data dan proses pembentukan teori itu sudah dimulai. Meskipun begitu bukan berarti dengan verifikasi teori tidak akan dapat ditemukan teori baru. Walaupun dengan fokus utama melakukan uji teori lama, dengan tanpa melakukan persiapan untuk mengkaji secara sistematis terhadap teori yang muncul dari data lapangan yang ditemukan, kemungkinan ditemukannya teori baru lebih kecil. Kedua, dengan penelitian kualitatif masalah realitas subyektif seperti masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem nilai, agama atau masalah kebudayaan pada umumnya akan dapat diungkapkan. Dalam kenyataannya tidak semua fakta sosial dapat dikuantifikasir secara begitu saja. Dalam realitas sosial tertentu, penyeragaman analisa melalui statistik misalnya, justru hanya akan membawa pada pendangkalan.

2.             Kelemahan Penelitian Kualitatif
Dengan tidak bermaksud menafikkan keunggulan yang dimilikinya, tampaknya harus pula diperhatikan beberapa sisi lemah pendekatan kualitatif ini yaitu:
•Kualitas tegantung peneliti
•Subjektfitas tinggi
•Perubahan perilaku informan
•Waktu lama
•Tidak ada prosedur standar
•Sulit mendapat informan kunci
•Penafsiran beda antar peneliti
•Sulit menggeneralisasi

•Keterbatasan peneliti

0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More